![]() |
PEMBUKAAN KOMPAS GRAMEDIA FAIR DI SEMARANG
Untuk pertama kalinya sejak tahun 2004 mulai digelar di berbagai kota di Indonesia, ajang pesta buku dan media “Kompas Gramedia Fair” diadakan di Semarang. Pembukaan dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Dra. Rustriningsih MSi, Kepala Polda Jawa Tengah Drs. Irjen Edward Aritonang, Pangdam IV Diponegoro diwakili oleh Dandim 0733 Semarang Letkol Inf. Ibnu Jarwadi, Walikota Semarang diwakili oleh Asisten III Dra. Sri Martini, MM, Pimpinan BCA Semarang Roy Rene Yahya, Kepala Perum Perhutani Heru, Kejaksaan Tinggi dan jajaran muspida lainnya.
Acara diawali arak-arakan dari TB Gramedia Pandanaran bersama Drumband Taruna PIP Departemen Perhubungan dengan 15 becak hias menuju tempat penyelenggaraan Kompas GRamedia Fair, Grand Majesty Semarang. Kedatangan Wagub disambut atraksi Naga Doreng dari Arhanudse Kodam IV Diponegoro.
Dalam acara pembukaan ini dilakukan juga penyerahan bibit pohon untuk mendukung program pemerintah daerah Jawa Tengah dari pihak Perhutani kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah, berupa bibit pohon trembesi, mahoni, dan jati. Bibit pohon tersebut bisa dibawa pulang oleh para pengunjung pameran Kompas Gramedia Fair Semarang.
Pihak Dana Kemanusiaan Kompas secara simbolis menyerahkan sumbangan buku untuk 10 perpustakaan komunitas di Jawa Tengah yang tersebar di Magelang, Bawen, Pati, Ambarawa. Sementara sumbangan perpustakaan untuk Polsek Muntilan, Juwana, Pekalongan, Wonogiri dan Museum Unggaran diserahkan dari Direktur Komukasi Kompas Gramedia Widi Krastawan kepada Kapolda Jawa Tengah Edward Aritonang.
Dalam sambutan dari pihak Kompas Gramedia, Priyo Utomo selaku Direktur Kelompok Penerbitan dan Direktur TB Gramedia mengatakan bahwa pelaksanaan Kompas Gramedia Fair Semarang ini adalah kali pertama sejak tahun 2004 awal pameran KGF diselenggarakan di Indonesia. Sepanjang tahun 2011 saja Semarang menjadi kota ke-4 setelah sebelumnya di Solo, Jakarta, dan Surabaya. Besar harapan dengan penyelenggaraan ini dapat meningkatkan minat baca masyarakat Jawa Tengah, khususnya di Kota Semarang.
Dalam sambutannya Wakil Gubenur menekankan pentingnya minta baca di kalangan masyarakat secara khusus untuk kota Semarang. Ada 3 hal utama menurutnya yaitu seseorang bisa menjadi kutukupret, kutubuku, dan terakhir kutuloncat. Dengan membaca