Welcome to KOMPAS GRAMEDIA Internet Lounge.

Your employee login is required to grant access to internal system.

#KGKREAFIT

BULETIN INFO KITA - Desember 2016

BERSAHABAT DENGAN STRES

Secara umum, stres dikenal sebagai kumpulan pelbagai tekanan dan masalah yang dialami seseorang dalam kehidupan dan ketidakmampuan mengatasi keadaan tersebut. Bagi banyak orang, stres bukan sesuatu yang menyenangkan. Padahal sebenarnya stres mempunyai dua sisi, sisi positif dan sisi negatif.

Positifnya, stres dapat membuat kita menjadi lebih baik, misalnya karena stres dengan tenggat waktu, maka kita akan berusaha bekerja lebih cepat dan efisien, mencari terobosan yang mungkin sebelumnya belum pernah terpikirkan, memanfaatkan sumber daya yang ada secara lebih optimal, dan sebagainya. Tetapi jika tidak dikelola dengan baik, stres dapat memicu timbulnya masalah, baik psikologis maupun gangguan kesehatan. Penelitian di Harvard Business Review menunjukkan 60–90% kunjungan ke dokter berkaitan dengan stres.

Dalam keadaan stres, sejak awal, tubuh kita dirancang untuk bersiap-siap menghadapi situasi tak terduga, maka:
- Jantung akan memompa lebih cepat dan kuat, tekanan darah ditingkatkan untuk menambah aliran darah ke otak agar otak dapat berfungsi lebih baik dan dapat memperbaiki pengambilan keputusan.
- Peredaran darah ke saluran cerna “dikurangi“ dan dialihkan ke otot-otot besar di lengan dan tungkai untuk mempersiapkan diri melawan atau lari jika ada bahaya.
- Gula darah meningkat untuk menyediakan suplai tenaga yang cukup.

Stres di zaman nenek moyang kita yang cenderung berupa ancaman secara fisik, misalnya serangan binatang buas, telah beralih menjadi stres bersifat psikososial yang kurang melibatkan fisik. Sayangnya, respons tubuh terhadap stres belum banyak berubah. Akibatnya, bila respons tersebut terjadi berulang kali terjadi secara kronis, maka akan menyebabkan masalah atau gangguan kesehatan, misalkan:

a. Penyakit jantung dan hipertensi. Secara langsung, stres dapat meningkatkan detak jantung dan aliran darah, melepaskan kolesterol dan trigliserida ke dalam aliran darah. Secara kronis, hal-hal ini dapat meningkatkan risiko atau memperburuk penyakit jantung dan hipertensi.

b. Asma. Stres dapat memicu dan atau memperburuk asma. Bahkan berdasarkan penelitian, orangtua yang mengalami stres kronis dapat meningkatkan risiko berkembangnya asma pada anak-anak mereka.

c. Kegemukan dan Kelebihan Berat Badan. Stres dapat mengubah pola makan seseorang, bisa kehilangan nafsu makan atau sebaliknya cenderung makan berlebihan dan memilih makanan-makanan tinggi gula, garam, dan lemak tetapi rendah zat gizi. Stres menyebabkan tubuh melepaskan lebih banyak hormon kortisol yang akhirnya meningkatkan jumlah lemak yang akan terakumulasi di daerah perut.

d. Diabetes. Stres memengaruhi diabetes dalam 2 cara: pertama, stres dapat memicu timbulnya kebiasaan buruk seperti kecenderungan makan (dan minum) makanan yang tidak sehat dan malas bergerak atau berolahraga. Kedua, stres secara langsung meningkatkan kadar gula darah melalui respons hormonal dalam tubuh.

e. Sakit Kepala. Stres dikenal sebagai salah satu pemicu utama sakit kepala dan migrain.

f. Depresi dan Kecemasan. Sebuah survei menemukan bahwa pekerja yang mengalami stres berkaitan dengan pekerjaan akan mengalami 80% peningkatan risiko depresi dalam waktu satu tahun dibandingkan dengan pekerja yang lebih rendah tingkat stresnya.

g. Gangguan Pencernaan. Stres dapat memperburuk gangguan pencernaan. Stres merupakan faktor yang umum dijumpai dalam penyakit-penyakit di saluran cerna seperti GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dan IBS (Irritable Bowel Syndrome)

h. Gangguan tidur. Stres juga sering kali memicu timbulnya gangguan tidur, dapat berupa kecenderungan lebih banyak tidur atau malah menyebabkan sulit tidur atau menurunnya kualitas tidur.

i. Alzheimer. Stres memperburuk penyakit Alzheimer. Beberapa peneliti berspekulasi bahwa penurunan tingkat stres dapat memperlambat penyakit ini.

j. Penuaan Dini. Penelitian membuktikan ada bagian tertentu dari kromosom yang menunjukkan percepatan penuaan pada kondisi stres. Penuaan yang terjadi bisa mencapai sekitar 9 sampai 17 tahun.

Beberapa hal yang dapat dilakukan kala stres dirasa mengganggu kehidupan kita:
- Ambil waktu untuk berpikir, temukan penyebab stres, cari dan rencanakan jalan keluarnya, dan lakukan sesuai rencana.
- Cari dukungan dari pasangan, saudara, atau teman.
- Selalu membuat agenda kerja secara rutin dan selalu tetapkan skala prioritas.
- Lakukan hal-hal positif yang menenangkan seperti meditasi, yoga, mendengarkan musik, membaca, menonton, berkebun, mandi atau berendam, menulis, melukis, berdoa, mengikuti kegiatan sosial keagamaan, olahraga, melakukan hobi, atau belajar hal-hal baru.
- Hindari hal-hal negatif seperti merokok, minum alkohol, narkoba, seks bebas, menggigiti kuku, dan lainnya.
- Miliki gaya hidup sehat seperti makan dengan benar, olahraga dan aktif secara fisik, serta cukupi kebutuhan istirahat dan tidur. (dr. Susanti, Medical Clinic KG)

JELANG SYUKURAN 2017

Kesempatan kumpul-kumpul Syukuran awal tahun 2017 memberi kesempatan bagi segenap karyawan untuk bareng-bareng menatap tahun yang baru ini dengan lebih...

Perempuan Inspiratif NOVA 2016

Selalu ada cinta dan harapan yang ditorehkan dalam setiap karya yang dihasilkan para perempuan hebat ini. Ketulusan cinta dan indahnya harapan menjadikannya...

GRAMEDIA FUN RUN MERIAHKAN PEMBUKAAN GRAMEDIA WORLD BSD CITY

Pertama kalinya Gramedia mengadakan Fun Run, diselenggarakan dalam rangka pembukaan Gramedia World BSD City di kawasan Kavling Commercial Park Barat Lot...

Kontribusi OTOMOTIF untuk Negeri

Ulang tahun ke-25 OTOMOTIF (Group Of Magazine) dirayakan antara lain melalui dua program penting, Kontribusi Untuk Negeri 2016 (KUN) dan OTOMOTIF Choice...

KG Express & Logistic

Ada sebingkis oleh-oleh yang hendak dipaketkan ke kampung halaman? Manfaatkan saja bisnis baru jasa pengiriman barang ini!

Peringatan 44 Tahun Gramedia Printing Group

Empat puluh empat tahun Gramedia Printing Group menggeluti dunia percetakan, merupakan pencapaian yang sangat gemilang. Keberhasilan Gramedia Printing...
© 1963 - 2018  Kompas Gramedia - All rights reserved