APA YANG SUDAH KITA LAKUKAN UNTUK BUMI?

Sebagai acara yang memberikan informasi tentang pemanasan global, penyebabnya, hingga pencegahan dampaknya melalui aktivitas sehari-hari dengan cara mudah dan menyenangkan, Greenfest memaparkan semua “dosa“ yang selama ini kita lakukan, yang mendorong rusaknya lingkungan hidup kita.

Festival ini (5-6 Desember 2009) sudah kedua kali diadakan, di Parkir Timur Senayan. Sama seperti tahun lalu, Greenfest 2009 digagas dan dipersembahkan oleh Green Initiative Forum (GIF) yang terdiri dari Unilever, Pertamina, Panasonic, Sinar Mas, Radio FeMale, Metro TV, dan Kompas. Selama dua hari masyarakat luas yang datang dari segala penjuru Jabodetabek belajar menyadari kesalahan dan mencanangkan niat untuk memperbaiki kualitas lingkungan demi kelestarian Bumi.

Hidup Hirau Hijau
Acara hari pertama diawali dengan bersepeda pagi bersama Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta dari Kompleks Menteri Widya Chandra Jakarta Selatan menuju lokasi Greenfest. Ikut mengiringi, CEO KG Agung Adiprasetyo dan Komisaris KG Irwan Oetomo, serta pasukan Kompas Gramedia Cyclist (KGC). Di Parkir Timur Senayan sudah menunggu Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda A. Gumelar, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, serta tokoh-tokoh lingkungan, untuk bersama-sama melakukan seremoni simbolik penanaman pohon dan pembuatan lubang biopori.

Laporan Ketua Penyelenggara Greenfest 2009, Nugroho F. Yudho (GM Humas KG) membuka seremoni peresmian, dilanjutkan sambutan Meneg LH. Peresmian Greenfest 2009 ditandai dengan peluncuran buku Hidup Hirau Hijau terbitan Kepustakaan Populer Gramedia bersama Unilever, dan pelepasan burung merpati oleh ketiga menteri didampingi para petinggi GIF. Buku Hidup Hirau Hijau secara khusus diterbitkan untuk membantu menyebarluaskan kampanye peduli (hirau) lingkungan hidup. Dalam acara peresmian, perwakilan beberapa sekolah dasar di Jakarta menerima buku ini dari para menteri dan petinggi GIF sebagai tanda kepedulian pada kelestarian lingkungan hidup bagi generasi mendatang.

Bagaimana anak-anak dapat mulai membangkitkan semangat menjaga kelestarian hidup dapat dilihat di seantero arena festival. Siswa Sekolah Alam Cikeas, contohnya, menjadi sukarelawan cilik yang mengingatkan pengunjung agar tidak buang sampah sembarangan. Berbagai panel informasi dibuat agar mudah dipahami oleh pengunjung cilik. Aneka gerai dan acara yang mengetengahkan banyak langkah mudah dan menyenangkan untuk lebih hirau pada lingkungan selalu dikerubuti anak-anak.  Agar lebih memudahkan, Panitia bahkan mempersilakan pengunjung mengunduh berbagai informasi melalui flashdisk masing-masing supaya dapat dipraktekkan di rumah atau di sekolah. Langkah ini ini pun diambil untuk membantu mengurangi pemakaian kertas.

Keseluruhan area festival dibagi menjadi bagian-bagian besar, mulai dari ruang-ruang simulasi fenomena pemanasan global, arena workshop lingkungan hidup, tips tentang pengurangan emisi karbon, sampai panggung hiburan. Ketua Penyelenggara Nugroho F. Yudho berharap Greenfest tidak hanya menarik bagi aktivis lingkungan hidup namun juga masyarakat sebagai individu, sesuai tagline festival “Aksiku untuk Bumi“.

Peduli itu Fun
Hari kedua festival dimulai pagi-pagi, sekali lagi dengan bersepeda dalam funbike yang diikuti oleh sekitar 2500 peserta, dipimpin oleh KGC dan anggota komunitas Bike-to-School. Banyak dari peserta sudah dua kali ini ikut funbike Greenfest, dan mengakui bahwa selain bersepeda ria mereka juga bisa banyak belajar tentang langkah-langkah pelestarian lingkungan hidup.

Bermacam hadiah undian menarik tentunya disediakan juga bagi yang beruntung, namun semua peserta tetap mendapat “hadiah“ yang bisa dibawa pulang dan langsung ditanam. Panitia menyediakan bermacam bibit pohon buah langka, yang ludes dalam sekejap karena banyak juga peserta naksir beberapa jenis pohon sekaligus.

Panggung hiburan tidak dibiarkan kosong dari hari pertama sampai malam ketika festival ditutup. Tontonan silih berganti, mulai dari suguhan berbagai sekolah sampai tampilan band-band papan atas. Tidak ada yang mengeluh kepanasan atau kehujanan, semua senang, belajar sekaligus terhibur, kecuali soal sampah yang tetap tak bisa dielakkan dari pandangan mata.

Kita memang masih harus banyak belajar. Dan belajar, apalagi belajar peduli, belajar menyelamatkan lingkungan hidup kita bersama, tidak harus dengan cara yang tidak menyenangkan. Melalui kegiatan yang ternyata asyik dilakukan, kita bisa sedikitnya berbuat sesuatu agar anak cucu kelak menuai hasilnya. Seperti yang diucapkan oleh Meneg LH pada pidato sambutannya, “Bila dikerjakan bersama-sama, tentu hasilnya akan jauh lebih baik.“

Beberapa pengunjung yang datang dari Bandung, bahkan Jogja, bertanya pada Panitia: Kapan Greenfest diadakan di kota-kota lain? Tentu bukan sekadar tontonan yang mereka harapkan. Mereka mau juga belajar, secara mudah dan menyenangkan, bersama-sama menyelamatkan Bumi dan generasi masa depan, dari Green Festival.

Kompas.id Kini Hadir bagi Anggota GarudaMiles

Ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan saat berada di pesawat menuju suatu tempat. Salah satunya membaca bacaan favorit atau bahkan membaca berita dari...

VIK Kompas.com Raih Penghargaan

Visual Interaktif Kompas (VIK), salah satu bagian produksi Kompas.com, berhasil meraih penghargaan "Best Website" kategori News/Entertaiment dalam ajang...

Ramenya 17-an Bareng Motion Radio

Bekerjasama dengan TransJakarta kembali dihadirkan “Nomaden Music Shelter Selebrasi 17A-an“. Digelar di Shelter Sarinah, Jakarta, jam 07.00...

#AkuBaca: Investasi Masa Depan

Membaca ibaratnya sudah menjadi fitrah manusia. Kompas Gramedia mengajak setiap individu Tanah Air untuk menyadari pentingnya membaca.

Ode Bulan Agustus #3: Bernyanyi Untuk Negeri

Mengutip kata Direktur Program Bentara Budaya Frans Sartono program tahunan Ode Bulan Agustus adalah semacam tujuhbelasan ala Bentara Budaya. Ode, atau...

Ulang Tahun Radio Sonora ke-45

Menginjak usia ke-45 tahun Radio Sonora mengadakan acara syukuran sederhana di Gedung Perintis Lt 5 Jl Kebahagiaan No.4-14 Krukut, Jakarta Barat. Meski...

GM Baru Santika Premiere Slipi Jakarta

Hotel Santika Premiere Slipi Jakarta memiliki wajah baru dengan sentuhan warna berbeda dengan resminya General Manager baru, Guido Andriano.

LINTINGAN KORAN DEKAT PERLINTASAN KERETA PALMERAH

Berawal dari ketertarikan pada benda sederhana terbuat dari limbah kertas koran, beberapa pemuda Indonesia yang berkuliah di Amerika Serikat berniat membantu...

Dendang Kencana 2017: Lagu Untuk Anakku

Lomba paduan suara tingkat TK dan SD “Dendang Kencana“ yang diselenggarakan oleh Kompas Gramedia sejak tahun 1990 hingga 1996 kembali diha...

Aku Indonesia

Memaknai Hari Anak Nasional yang dirayakan setiap tanggal 23 Juli Bentara Budaya Jakarta bekerjasama dengan berbagai komunitas anak menggelar Pekan Kreativitas...
© 1963 - 2017  Kompas Gramedia - All rights reserved.
Website by PandavaMedia