GELAR DOKTOR KEHORMATAN UNTUK JAKOB OETAMA

Sidang senat terbuka UNS ini dihadiri senat guru besar dan dewan penyantun UNS yang dipimpin Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi. Hadir pula Wamendikbud Musliar Kasim, Wamendikbud Wiendhu Nuryanti, CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo dan jajaran pimpinan KG. Dari senat guru besar UNS hadir Prof Dr Pawita sebagai promotor, Prof Dr Suntoro sebagai copromotor serta Dr Prahastiwi Utari, Dr Widodo Muktiyo dan Prof Dr RB Soemanto sebagai anggota.

Dengan penganugerahan ini, pihak UNS berharap dunia kewartawanan dan pers Indonesia semakin signifikan dalam memberikan kontribusi untuk pengembangan sistem demokrasi di Indonesia dengan landasan falsafah dan jiwa Pancasila. Wartawan muda bisa terinspirasi dan meneladani serta mengembangkan pemikiranpemikiran kritis Jakob Oetama. Lewat kebijakan pemberitaan KOMPAS, Jakob Oetama bisa menjadi rujukan perilaku pers dan wartawan yaitu tetap kritis terhadap kebijakan dan kinerja penguasa dan pemerintah, tetap kritis terhadap gejala-gejala yang tumbuh dalam masyarakat.

Jakob Oetama menunjukan betapa pentingnya bagi pers untuk menguasai masalah, memberikan analisa komprehensif dan akhirnya memberikan saran dan solusi yang lebih tepat. Bagi Jakob Oetama sendiri, disampaikan dalam pidato pengukuhannya, profesionalisme media terletak pada seberapa dalam media itu menempatkan diri sebagai agen pembaca, yang memperjuangakan kepentingan umum, bukan kepentingan pemilik, bukan kepentingan sekelompok orang. Independensi media, bagi Jakob Oetama, tidak beku dari penafsiran ulang, tetapi dalam representasinya selalu berada dalam posisi dialogis dengan realitas, termasuk cara mengumpulkan memilih dan memilah serta menyampaikan pesan dalam berita-berita dan analisisnya.

Pidato pengukuhan berjudul Perpolitikan dan Profesionalisme Media, ringkasannya dibacakan oleh putra sulung sang promovendus (yang dipestakan), Irwan Oetama yang sekaligus menerima secara simbolis ijazah DR (HC) Jakob Oetama dari Mendikbud Mohamad Nuh mewakili Jakob Oetama dikarenakan alasan kesehatan. Dalam pidato pengukuhan kemarin, Jakob Oetama secara khusus menyampaikan paparan evaluatifnya terhadap penyelenggaraan Pemilihan Umum 2014, terutama pemilihan presiden mulai dari penyelenggaraannya hingga proses penyelesaian sengketanya di Mahkamah Konstitusi dalam sejarah kehadirannya di Indonesia, media massa adalah bagian dari penyadaran - lebih tepatnya pencerahan - tentang kemerdekaan sebagai hak paling asasi bangsa Indonesia. Media massa dituntut bisa berperan menjadi penyedia pasar gagasan, agar ide-ide dan wacana saling berkompetisi.

KOMPAS secara independen berusaha mengambil peran dalam menyediakan keragaman gagasan. Sebagai lembaga kultural, KOMPAS sejak semula terus menghadirkan humanisme transendental atau kemanusiaan yang beriman sebagai acuan sikapnya dengan Pancasila sebagai rohnya. Sebagai bagian dari masyarakat, dan peranannya sebagai lembaga kultural, Jakob Oetama mengingatkan perlunya pemahaman mendalam mengenai Tanah Air. Dalam percepatan Teknologi Informasi Komunikasi, media dituntut terus memanfaatkannya dengan rohnya sebagai pendidik masyarakat.

Otobursa Tumplek Blek 2017 Tetap Digelar di Senayan

OTOBURSA Tumplek Blek 2017 kembali hadir di Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, selama dua hari, Sabtu-Minggu, 1-2 April 2017.

Kompas Gramedia Raih Penghargaan Lifetime Achievement Award SPS 2017, serta IPMA, IYRA, dan ISPRIMA 2017

Malam Penghargaan Serikat Perusahaan (SPS) 2017 kembali digelar di Millenium Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (3/2/2017).

Dr (HC) Jakob Oetama (Kompas) dan Gusti Rusdi Effendi (Banjarmasin Post) Terima Lifetime Achievement Awards 2017

Dari grup Kompas Gramedia, ada nama Jakob Oetama. Kehadiran Jakob diwakili oleh Budiman Tanurejo. Lalu ada Pimpinan Umum Banjarmasin Pos, Gusti Rusdi ...

"Kampung Koran" Binaan Kompas Gramedia Hadir pada Ultah ICSRS

Kompas Gramedia menggelar sharing session dalam acara syukuran ulang tahun pertama Indonesia CSR Society (ICSRS) di Bentara Budaya

Gramedia: 47 Tahun Menginspirasi

47 tahun sudah Gramedia menjadi bagian dari perkembangan bangsa Indonesia. Gramedia sebagai salah satu perusahaan retail terbesar & tersebar di tanah air,...

Konstruksi Menara 3 UMN Masuk Tahap Tutup Atap

Karena pemanasan global, semua pihak akhirnya dituntut untuk go-green. UMN pun merasa terpanggil untuk berkontribusi.

Sambut 2017, Kompas Gramedia Gelar Syukuran di Gedung Baru

Pada 2017, syukuran Kompas Gramedia bertema "Kreafit" dangan tagline "Spirit untuk Bangkit".

Rutin Gelar Acara Tahunan, Cara Kompas Gramedia Syukuri Hasil yang Telah Dicapai

"Syukuran ini memang kami lakukan tiap tahun, tidak lain tidak bukan untuk memperlihatkan bahwa kita harus selalu bersyukur dengan apa pun yang kita dapat,...

Kompasiana, Bukan Sekadar Ngeblog

PK Ojong. Pada tahun 2017, produk digital yang semula menyandang slogan “Sharing. Connecting“ ini mengusung slogan baru yaitu “Beyond...

"Kompas" Raih Penghargaan Pelopor Jurnalisme Humanisme Kebangsaan

Harian Kompas mendapat penghargaan sebagai media yang memelopori jurnalisme kategori humanisme kebangsaan.
© 1963 - 2017  Kompas Gramedia - All rights reserved.
Website by PandavaMedia