KOMPAS 100 - CEO FORUM

Kompas100 CEO Forum ini kembali digelar untuk ketiga kalinya. Kompas100 CEO Forum 2012 mengusung tema “CEO Bicara, Kabinet Mendengar: Tumbuh Lebih Tinggi atau Stagnan“. Tema ini diangkat dengan melihat kondisi perekonomian Indonesia saat ini yang tergolong sebagai salah satu negara Asia dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di semester I tahun 2012 mencapai 6,3 %, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, seperti Malaysia (5,2 %), Thailand (4,5 %), Filipina (5,0 %) dan Singapura (4,4 %).

Di saat perekonomian global masih terlanda badai krisis yang belum kunjung membaik, perekonomian Indonesia justru tengah melaju dan tumbuh secara meyakinkan. Konsumsi rumah tangga dan investasi menjadi penopang utama pertumbuhan. Dengan melihat masih besarnya potensi dan peluang yang dimiliki oleh negeri ini, pencapaian tersebut sangat penting untuk dijaga dan ditingkatkan. Jakob Oetama selaku pimpinan umum harian Kompas, mengundang dan mempertemukan berbagai pihak di dalam Kompas100 CEO Forum, untuk bersama-sama me-review perekonomian Indonesia di tahun 2012 dan meneguhkan persiapan untuk menyambut perekonomian Indonesia di tahun 2013. “Indonesia, dengan pertumbuhan ekonominya yang tinggi, patut dihormati oleh dunia,“ kata Pak Jakob dalam sambutannya, membuka acara.

Kompas100 CEO Forum diharapkan dapat menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, serta meningkatkan daya beli masyarakat melalui pengendalian laju inflasi. Acara ini dihadiri oleh Wakil Presiden RI Boediono, 3 menteri kabinet, pejabat negara, serta sebagian besar CEO dan pemimpin perusahaan dari emiten yang masuk indeks Kompas100. Kompas100 merupakan salah satu rubrik di harian Kompas Putri Cantik yang Menunggu Pinangan yang menghadirkan urutan perusahaan yang menurut sudut pandang Kompas paling berpengaruh dalam perekonomian di Indonesia. Acara ini digelar dalam dua sesi.
Sesi pertama, dimoderatori oleh Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM A Toni Prasetiantono, menampilkan Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo, Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal M Chatib Basri. Mereka menyampaikan pandangannya tentang perekonomian Indonesia dengan fokus kajian “Mendorong Pertumbuhan ekonomi yang Lebih Tinggi dan Berkualitas“.

Sementara sesi kedua yang berfokus tentang “Tantangan dan Prospek Bisnis di Indonesia“ menampilkan pembicara Komisaris Utama Ciputra Property Ciputra, Dirut Bank Mandiri Zulkifli Zaini, Dirut Aneka Tambang Alwin Syah Lubis. Wapres RI Boediono, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Menteri Perindustrian MS Hidayat, turut ambil bagian sebagai pembicara dan menanggapi pandangan para CEO. Moderator sesi dua, Rhenald Kasali, menyampaikan apresiasi dan kekagumannya terhadap Kompas yang bisa menyelenggarakan event sebesar ini. “Sungguh luar biasa, baru kali ini saya mengikuti event swasta yang bisa menghadirkan wakil presiden, sejumlah kabinet dan banyak pemimpin perusahaan secara bersamaan,“ kata Rhenald. Para CEO antara lain memaparkan tentang besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Hanya saja, potensi yang besar itu masih belum cukup dibarengi dengan SDM yang memadai untuk mengelola dan memberikan nilai tambah (value added). “Kita kekurangan SDM yang memiliki integritas, profesionalisme, dan enterpreunership,“ kata Ciputra.

Lemahnya regulasi, rumitnya birokrasi, kegaduhan politik, yang diperparah penyakit korupsi, juga dianggap sebagai persoalan akut yang menghambat laju perekonomian Indonesia. Faktor-faktor non ekonomi semacam itulah yang, menurut Dirut BTN Iqbal Latanro, belum cukup diperhatikan selama ini. “Saya pikir, waktunya sekarang bagi kita untuk mulai memperbaiki faktor non-ekonomi di dalam pembangunan,“ kata Budiono menanggapi. Wapres RI ini menyampaikan optimismenya terhadap kondisi perekonomian Indonesia terkini yang harus tetap dibarengi dengan sikap waspada. “Saya optimis melihat ekonomi kita melaju dengan baik, sekaligus waspada karena saat ini cuaca perekonomian global sedang buruk. Untuk itu saya mengajak kepada pemerintah dan bisnis (swasta) untuk dapat berkoordinasi dan bersinergi dengan baik. Mari semakin membuka ruang untuk kemajuan bersama,“ demikian Boediono mengamanahkan. Pertumbuhan ekonomi nasional yang tinggi di tengah badai krisis perekonomian global adalah sebuah peluang dan tantangan bagi Indonesia.

Kontraksi ekonomi yang terjadi di kawasan Eropa dan Amerika Serikat membuat negara-negara produsen mengalihkan investasi dan pangsa pasarnya ke negara yang potensial seperti Indonesia. Lebih dari sekadar cantik, menurut Gita Wirjawan, Indonesia dengan penduduk 240 juta dan kondisi ekonomi stabil ini menjadi sangat seksi bagi negara-negara investor. Nah, sekarang tinggal bagaimana Indonesia, sang putri cantik nan seksi, bisa memanfaatkan peluang yang besar ini untuk membangun diri menjadi bangsa dan negara yang lebih maju, sejahtera dan bermartabat.

Otobursa Tumplek Blek 2017 Tetap Digelar di Senayan

OTOBURSA Tumplek Blek 2017 kembali hadir di Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, selama dua hari, Sabtu-Minggu, 1-2 April 2017.

Kompas Gramedia Raih Penghargaan Lifetime Achievement Award SPS 2017, serta IPMA, IYRA, dan ISPRIMA 2017

Malam Penghargaan Serikat Perusahaan (SPS) 2017 kembali digelar di Millenium Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (3/2/2017).

Dr (HC) Jakob Oetama (Kompas) dan Gusti Rusdi Effendi (Banjarmasin Post) Terima Lifetime Achievement Awards 2017

Dari grup Kompas Gramedia, ada nama Jakob Oetama. Kehadiran Jakob diwakili oleh Budiman Tanurejo. Lalu ada Pimpinan Umum Banjarmasin Pos, Gusti Rusdi ...

"Kampung Koran" Binaan Kompas Gramedia Hadir pada Ultah ICSRS

Kompas Gramedia menggelar sharing session dalam acara syukuran ulang tahun pertama Indonesia CSR Society (ICSRS) di Bentara Budaya

Gramedia: 47 Tahun Menginspirasi

47 tahun sudah Gramedia menjadi bagian dari perkembangan bangsa Indonesia. Gramedia sebagai salah satu perusahaan retail terbesar & tersebar di tanah air,...

Konstruksi Menara 3 UMN Masuk Tahap Tutup Atap

Karena pemanasan global, semua pihak akhirnya dituntut untuk go-green. UMN pun merasa terpanggil untuk berkontribusi.

Sambut 2017, Kompas Gramedia Gelar Syukuran di Gedung Baru

Pada 2017, syukuran Kompas Gramedia bertema "Kreafit" dangan tagline "Spirit untuk Bangkit".

Rutin Gelar Acara Tahunan, Cara Kompas Gramedia Syukuri Hasil yang Telah Dicapai

"Syukuran ini memang kami lakukan tiap tahun, tidak lain tidak bukan untuk memperlihatkan bahwa kita harus selalu bersyukur dengan apa pun yang kita dapat,...

Kompasiana, Bukan Sekadar Ngeblog

PK Ojong. Pada tahun 2017, produk digital yang semula menyandang slogan “Sharing. Connecting“ ini mengusung slogan baru yaitu “Beyond...

"Kompas" Raih Penghargaan Pelopor Jurnalisme Humanisme Kebangsaan

Harian Kompas mendapat penghargaan sebagai media yang memelopori jurnalisme kategori humanisme kebangsaan.
© 1963 - 2017  Kompas Gramedia - All rights reserved.
Website by PandavaMedia