MEMBANGUN FUTURE LEADERS INDONESIA MELALUI PENDIDIKAN

Menyertai acara Penandatanganan MoU antara Kompas Gramedia dan Gerakan Indonesia Mengajar, diadakan pula talkshow yang bertema “Membangun Future Leaders Indonesia melalui Pendidikan“. Talkshow ini diadakan untuk menggali peran penting pendidikan dalam membangun leadership Indonesia. Atau, secara lebih spesifik, untuk menumbuhkan future leader di Indonesia.

Masing-masing narasumber membagi ilmu dan pandangannya tentang pendidikan. Diawali oleh Iwan Setiawan yang berbagi cerita tentang pengalaman hidupnya sebagai anak sopir angkot yang mampu mewujudkan cita-citanya meraih kesuksesan di New York, Amerika Serikat. “Semua itu berkat kegigihan perjuangan ibu saya dalam mendidik saya hingga bisa jadi seperti sekarang,“ kisahnya. Saat ini, Iwan telah kembali ke Indonesia dan menetap di kampung halamannya di Batu, Malang. Ia merasa terpanggil untuk memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pendidikan anak-anak muda di Indonesia. “Saya mau menanamkan ke generasi muda bahwa keren itu bukan hanya soal tampil bergaya. Tapi duduk di cafĂ© sambil baca buku Pramudya Ananta Toer itu keren banget,“ ujarnya. Audiens pun riuh bertepuk tangan mendukung pernyataan Iwan.

Rheinald Kasali kemudian memaparkan pandangannya tentang urgensi perubahan dalam pendidikan. Menurut mantan pengajar di FE UI ini, semakin seseorang berpengetahuan seharusnya ia semakin terbuka terhadap perubahan. Perubahan itu sendiri ada ilmunya, yang disebut manajemen perubahan. “Sejak kecil, kalau pelajaran menggambar, kita tahunya hanya dua gunung, matahari, satu jalan di tengah, serta pohon-pohon dan sawah di kanan-kirinya. Tidak berani mencoba perubahan dengan kreasi lainnya,“ demikian Rheinald mencontohkan. “Apa yang membuat kita disini tidak mengantuk?“ tanya Rheinald kepada audiens. “Ya, story telling! Inilah yang hilang saat ini,“ ujarnya menimpali.  Menurut sosok yang dijuluki “pakar perubahan“ ini, kemampuan story telling itulah yang harus ditularkan ke pendidikan. Apabila para guru memiliki kemampuan story telling dalam menyampaikan pelajaran, murid-murid tidak akan merasa terbebani, tapi justru menjadi asyik mengikuti cerita. “Jadi jangan seperti pejabat yang monoton menyampaikan pidato dengan sekadar membaca,“ tambahnya.

Talkshow semakin seru dengan pemaparan Basuki Tjahaja Purnama. Wagub DKI yang akrab dipanggil Ahok ini berbagi cerita tentang proses pendidikan yang dialaminya sebagai seorang warga keturunan Tionghoa. “Kalau itungan orang Tionghoa, sebenarnya sekolah itu rugi. Berapa waktu dan biaya yang hilang buat sekolah. Kan mending buat jaga toko!“ ujarnya disambut gelak tawa audiens. Ahok lalu menyampaikan apresiasi positif terhadap sinergi KG dan GIM untuk mengembangkan pendidikan. Selain dari bangku pendidikan, Ahok juga banyak belajar dari pesan-pesan bijak kehidupan. Pesan untuk “menuntut ilmu hingga ke negeri China“, misalnya, sangat memotivasi Ahok untuk belajar banyak tentang filosofi-filosofi China yang sampai saat ini dipedomaninya. “Dalam pendidikan, ‘tuntutlah ilmu sampai ke negeri China’ itu maksudnya pakailah prinsip-prinsip China, seperti jangan ada diskriminasi, atau tentang kepemimpinan yang lurus,“ paparnya.

Sementara itu, Anies Baswedan menjelaskan tentang Gerakan Indonesia Mengajar (IM) yang menurutnya tidak berencana menyelesaikan masalah pendidikan, tetapi berencana untuk mengajak semua pihak untuk berupaya menyelesaikan masalah pendidikan. “Kami tidak bermaksud menambah daftar kritik tentang pendidikan. Itu sudah banyak. Dan belum tentu direspon,“ ujarnya. Anies melihat, berbagai permasalahan di Indonesia tidak efektif diselesaikan dengan cara program, tetapi harus melalui gerakan. “Perjuangan meraih kemerdekaan, Sumpah Pemuda, Proklamasi RI, itu semua dilakukan melalui gerakan, bukan program. Untuk itulah kami mengajak semuanya untuk turut berbuat melalui gerakan memajukan pendidikan,“ ungkapnya. Namun demikian, Anies mengingatkan bahwa kepedulian melalui kegiatan seperti Indonesia Mengajar atau Kelas Inspirasi hendaknya dilaksanakan secara alami tanpa perlu ada pewajiban, misalnya, dari perusahaan terhadap karyawannya. “Jangan diwajibkan. Tapi ajaklah mereka yang sukarela. Karena yang namanya sukarelawan itu tidak datang dan berbuat dengan terpaksa, tapi dengan hati,“ pungkasnya. Dengan hati pula, di sesi penutupan acara, Once Merkel mengajak segenap audiens untuk bersama-sama menyanyikan Dealova, Aku Mau, Simfoni yang Indah.

Kemeriahan Perayaan Hari Ulang Tahun Tribunnews

Syukuran perayaan Ulang Tahun ke-7 Tribunnwes.com berlangsung meriah. Acara yang digelar di kantor Redaksi Tribunnews,com, kawasan Palmerah, Jakarta Pusat...

KG Value Card “A Million Race“

Kompas Gramedia Value Card (KGVC) mempersembahkan “A Million Race“ untuk merayakan tercapainya member ke-1.000.000.

Karya Animasi Mahasiswa UMN Meriahkan Hari Film Nasional 2017

Dalam rangka Hari Film Nasional (HFN) 2017 yang jatuh pada 30 Maret, lima buah film pendek animasi mahasiswa program studi Film dan Animasi Universitas...

Kontan Raih Penghargaan dari Kementerian Keuangan

Media Bisnis dan Investasi Kontan berhasil menyabet penghargaan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Kontan menerima penghargaan sebagai media dengan...

JAKARTA MOTOGARAGE 2017 : Kustom Kultur Enthusiasm Gathering

Di usia genap ke 18 tahun, MOTOR PLUS mempersiapkan perayaan ulang tahun sekaligus bentuk apresiasi MOTOR PLUS terhadap budaya dan pelaku modifikasi kustom...

Radio Motion Gelar Konser Hari Musik Nasional 2017

Sebanyak sembilan musisi dan grup meramaikan konser Hari Musik Nasional (HMN) 2017, yang digelar Radio Motion 97.5 FM di Food Society, Kota Kasablanka,...

Festival Pustaka Bergerak : Kampanye Literasi Terbesar di Indonesia

Guna meningkatkan minat baca masyarakat kota Surabaya, Kompas Gramedia Group menggelar festival pustaka bergerak. Acara ini melibatkan lebih dari 2.000...

Diginusa - Digitalisasi Pendidikan Untuk Bangsa

Setelah sebelas tahun dikenal sebagai penyedia dan penyelenggara kurikulum ICT (Information and Communication Technologies) di lebih dari 300 sekolah swasta...

Menciptakan Anak Indonesia yang Kreatif dan Cerdas Bersama Robolego

Robolego Course and Playground secara resmi membuka playground pertama pada Sabtu, 25 Februari, di Gramedia Store Dr. Cipto Cirebon, Jawa Barat. Siswa-siswi...

SANTIKA INDONESIA RAYAKAN PENCAPAIAN 100 HOTEL

Santika Indonesia Hotels and Resorts sejauh ini telah mengelola 102 unit hotel dengan 5 brand utama
© 1963 - 2017  Kompas Gramedia - All rights reserved.
Website by PandavaMedia