PEREMPUAN INSPIRATIF NOVA 2016

Tabloid NOVA sebagai media wanita terbesar dan terpercaya di Indonesia kembali memberikan apresiasi pada para perempuan yang menebarkan manfaat dan menginspirasi lingkungannya melalui Perempuan Inspiratif NOVA 2016. Tahun ini adalah kesembilan kalinya ajang ini digelar. Acara penganugerahan diselenggarakan di Grand Tjokro Hotel, Bandung, Sabtu (26/11).

Dalam sambutannya Iis R. Soelaeman, selaku Editor in Chief Tabloid NOVA, menyampaikan, “Apresiasi terhadap perempuan-perempuan yang sudah memberi kontribusi ini patut diberikan oleh NOVA, kendati mereka sendiri tidak pernah meminta untuk diberi penghargaan apa pun. Bagi mereka, memberdayakan potensi dirinya, masyarakat dan lingkungannya menjadi prioritas utama.“

Lebih dari 2.800 entries yang diterima redaksi Tabloid NOVA dari seluruh pelosok Indonesia. Semuanya kisah perempuan-perempuan hebat. Dan setelah melalui penjurian yang ketat, dipilihlah tujuh orang pemenang. Tujuh orang lainnya dipilih melalui mekanisme Editor’s Choice, di mana sosok perempuan hebat ini sudah pernah dimuat di Tabloid NOVA sepanjang tahun 2016. Sehingga total ada empat belas pemenang dari tujuh kategori.

Tujuh kategori tersebut adalah Perempuan dan Wirausaha, Perempuan dan Pendidikan Ilmu Pengetahuan, Perempuan dan Teknologi, Perempuan dan Kesehatan, Perempuan dan Seni Budaya, Perempuan dan Lingkungan, Perempuan dan Sosial. Adapun masing-masing pemenangnya:

Perempuan dan Wirausaha

Herlina Triesnayati, Madura, Jawa Timur
Pertemuannya dengan eks pengungsi kerusuhan Sambas membuat hatinya terketuk. Ia berpikir keras bagaimana memberdayakan para perempuan pengungsi ini supaya ada tambahan penghasilan untuk membantu perekonomian keluarga. Tapi, tantangannya adalah usaha itu harus tanpa modal. Muncullah ide memanfaatkan tanaman pocok (sejenis pohon palem-paleman) yang banyak tumbuh di daerah itu. Daun pohon ini sejak lama telah dimanfaatkan masyarakat Madura untuk membuat tali yang dinamakan tali agel. Tali ini sangat kuat, sekalipun dari serat daun. Perlahan, ia mengajari ibu-ibu pengungsi untuk membuat kerajinan dari tali agel, menjadi tas, topi, taplak dan sebagainya. Usaha ini terus berkembang dan memiliki merk dagang Lyena Craft.

Sunani, Pontianak, Kalimantan Barat
Perempuan kelahiran 18 Januari 1973 ini sukses memperkenalkan hasil olahan aloe vera dari Pontianak ke seluruh penjuru negeri, bahkan hingga mancanegara. Berlabel I Sun Vera, usahanya kian berkembang. Kini, setiap hari ia mengolah 2 ton aloe vera menjadi 26 produk olahan. Ia melakukan banyak inovasi produk aloe vera, mulai dari produk makanan hingga produk kecantikan. Produk-produk I Sun Vera makin dikenal, termasuk di negeri tetangga, seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Untuk mengembangkan bisnisnya, Sunani pun menambah lahan tanam aloe vera sampai berhektar-hektar. Berbagai prestasi juga ia dapatkan, baik penghargaan nasional maupun internasional. Sunani juga mulai dikenal sebagai motivator bisnis.

Perempuan dan Teknologi

Sidrotun Naim, Bandung, Jawa Barat
Sidrotun Naim adalah doktor pertama dari Indonesia di bidang penyakit udang sekaligus lulusan teladan dari Harvard University. Ia juga penerima penghargaan ilmuwan wanita muda tingkat dunia dari UNESCO. Penelitian yang dilakukannya tergolong unik, namun memberikan kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia.

Novi Wahyuningsih, Kebumen, Jawa Tengah
Sadar dunia digital akan semakin berkembang di Indonesia, Novi Wahyuningsih tak mau menyia-nyiakan kesempatan. Di usia muda, perempuan asal Kebumen ini berhasil menelurkan beberapa aplikasi gratis. Dua di antaranya telah mendunia, yaitu Meo Talk dan Monzter.

Perempuan dan Kesehatan

dr. Louisa Ariantje Langi, Jakarta
Sebagai dokter ia mendedikasikan hidupnya untuk menjadi bagian dari penanggulangan gizi buruk di pelosok Nusantara, seperti Nusa Tenggara Timur, Aceh, Mentawai. Ia juga membantu korban bencana melakukan trauma healing di Aceh dan Mentawai pasca tsunami. Tak hanya di dalam negeri, kiprahnya juga sampai ke luar negeri, seperti pengobatan pasca gempa di Nepal.

Nur Miftakhul Jannah, Malang, Jawa Timur
Ibu satu anak yang tinggal di Malang (Jatim ) ini benar-benar tangguh. Kemiskinan memaksanya mencari uang untuk biaya sekolah dengan jalan mengamen dan menyemir sepatu di jalanan. Menginjak usia remaja, ia memilih menjadi seorang TKW. Tapi, sang suami menikah lagi. Dalam waktu hampir bersamaan, dia ditinggal pergi sang ibu akibat kanker payudara. Cobaan-cobaan itu nyaris membuatnya bunuh diri. Namun, ia akhirnya malah termotivasi untuk berbuat baik bagi sesama. Sepulang menjadi TKW, bersama suami barunya, dia mendirikan yayasan sosial untuk membantu masyarakat miskin yang sakit serta anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Perempuan dan Pendidikan

Reza Purwanti, Tangerang Selatan
Ia punya mimpi untuk anak-anak negeri. Baginya, anak-anak adalah kertas putih yang bisa dilukis apa saja. Keprihatianan akan kekerasan yang sering terjadi di rumah dan anak-anak yang tumbuh tanpa arahan jelas, membuatnya mendirikan Rumah Semut Jalan Peduli. Di tempat ini ia mendidik anak-anak dengan beragam kegiatan, seperti membaca, menulis, beragam keterampilan, hingga pembinaan karakter dan kemandirian. Ia berharap, dari Rumah Semut Jalan Peduli akan muncul calon-calon pemimpin yang jujur dan amanah.

Salma Safitri Rahayaan, Malang, Jawa Timur
Ibu tiga anak kelahiran Jayapura ini mengawali karier sebagai aktivis dunia hukum yang fokus pada ketenagakerjaan. Sebagai lawyer di LSM Solidaritas Perempuan Jakarta, ia melakukan advokasi kepada para TKW yang tersandung masalah. Jiwa aktivisnya tak pernah surut meski menikah dan ikut suami tinggal di Batu, Malang (Jatim). Di kota berudara sejuk itu, anak kedua dari lima bersaudara pasangan Achmad Rahayaan dan Maryam Rahayaan ini memberdayakan perempuan desa dengan mendirikan Sekolah Perempuan. Berbagai aktivitas diajarkan, mulai mengajari tentang keterampilan sampai demonstrasi.

Perempuan dan Sosial

Arnis Wigati, Jakarta
Berawal dari kegemarannya menjelajah pelosok negeri, ia menemui realita akan minimnya support pendidikan untuk anak pesisir di Indonesia. Ia lalu tergerak mendirikan Taman Bacaan Pesisir. Sebuah upaya nyata untuk memberikan akses dan meningkatkan budaya literasi baca dan tulis. Kini Taman Bacaan Pesisir telah berdiri di beberapa daerah, di antaranya Jerowaru, Lombok; Pujut, Lombok Tengah; Kepulauan Selayar; dan Gorontalo.

Lusia Efriyani Kiroyan, Batam, Kepulauan Riau
Perempuan kelahiran 1 Agustus 1980 ini mendirikan rumah singgah Cinderella From Indonesia Center (CFIC) di Batam, Kepulauan Riau. Lewat CFI, ia memberdayakan ratusan wanita penghuni Lapas dan anak-anak jalanan membuat boneka Batik Girls. Tak sekedar boneka, Batik Girls adalah “Barbie“ berambut hitam dan mengenakan batik.

Perempuan dan Lingkungan

Pariama M.D Hutasoit, Denpasar, Bali
Ketertarikannya pada isu lingkungan berawal dari keterlibatannya sebagai field staff WWF-Indonesia untuk menjalankan program Adopt Turtle dan Turtle Night yang bertujuan menggalang dana untuk mengadopsi sarang penyu. Ia juga menginisiasi terbentuknya Kelompok Jurnalis Laut di Bali. Kini ia juga aktif pada kegiatan rehabilitasi terumbu karang di Nusa Dua, Bali.

drh. Erni Suyanti Musambine, Bengkulu
Beberapa waktu lalu, foto drh. Erni Suyanti Musabine, atau Yanti, satu perahu dengan harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) menjadi viral di laman Facebook. Pujian pun berdatangan dari para netizen. Pengabdiannya terhadap perlindungan satwa liar memang luar biasa. Hampir seluruh waktunya dihabiskan di berbagai pelosok hutan di Indonesia untuk memerhatikan kelangsungan hidup satwa liar. Dokter hewan lulusan Universitas Airlangga Surabaya ini bahkan berani bertaruh nyawa demi menyelamatkan satwa liar yang kian hari terancam punah.

Perempuan dan Seni Budaya

Aliya Nurlela, Kediri, Jawa Timur
Beberapa tahun lalu ia sempat terpuruk akibat penyakit bell’s palsy (kelumpuhan separuh saraf wajah) yang menyerangnya. Hilang rasa percaya diri akibat wajah yang jadi tidak simetris, sehingga membuatnya minder bertemu orang banyak. Pada saat itulah ia berkesempatan menekuni hobi menulisnya secara lebih intens dan mendirikan Forum Aktif Menulis (FAM) yang kini memiliki ribuan anggota, termasuk dari Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Jerman dan Saudi. Wadah untuk para penulis ini telah berdiri selama 5 tahun, memiliki 20 cabang di berbagai kota, dan menerbitkan lebih dari 500 judul buku.

Nur Anani M. Irman, Cirebon, Jawa Barat
Di tengah arus modernitas, mempertahankan seni tradisi bukan perkara mudah. Salah satunya adalah tari Topeng Losari Cirebon. Namun, berkat perjuangan yang dilakukan Nur Anani M. Imran, tari Topeng Losari terdengar hingga ke mancanegara. Lebih dari 20 negara sudah didatangi ibu dua anak ini untuk mengenalkan seni tradisi ini. Sanggar Purwa Kencana yang ia pimpin pun ikut dikenal. Berikut cerita lengkap perempuan kelahiran Cirebon, 5 Juni 1977 dalam upayanya melestarikan tari Topeng Losari Cirebon.

Kemeriahan Perayaan Hari Ulang Tahun Tribunnews

Syukuran perayaan Ulang Tahun ke-7 Tribunnwes.com berlangsung meriah. Acara yang digelar di kantor Redaksi Tribunnews,com, kawasan Palmerah, Jakarta Pusat...

KG Value Card “A Million Race“

Kompas Gramedia Value Card (KGVC) mempersembahkan “A Million Race“ untuk merayakan tercapainya member ke-1.000.000.

Karya Animasi Mahasiswa UMN Meriahkan Hari Film Nasional 2017

Dalam rangka Hari Film Nasional (HFN) 2017 yang jatuh pada 30 Maret, lima buah film pendek animasi mahasiswa program studi Film dan Animasi Universitas...

Kontan Raih Penghargaan dari Kementerian Keuangan

Media Bisnis dan Investasi Kontan berhasil menyabet penghargaan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Kontan menerima penghargaan sebagai media dengan...

JAKARTA MOTOGARAGE 2017 : Kustom Kultur Enthusiasm Gathering

Di usia genap ke 18 tahun, MOTOR PLUS mempersiapkan perayaan ulang tahun sekaligus bentuk apresiasi MOTOR PLUS terhadap budaya dan pelaku modifikasi kustom...

Radio Motion Gelar Konser Hari Musik Nasional 2017

Sebanyak sembilan musisi dan grup meramaikan konser Hari Musik Nasional (HMN) 2017, yang digelar Radio Motion 97.5 FM di Food Society, Kota Kasablanka,...

Festival Pustaka Bergerak : Kampanye Literasi Terbesar di Indonesia

Guna meningkatkan minat baca masyarakat kota Surabaya, Kompas Gramedia Group menggelar festival pustaka bergerak. Acara ini melibatkan lebih dari 2.000...

Diginusa - Digitalisasi Pendidikan Untuk Bangsa

Setelah sebelas tahun dikenal sebagai penyedia dan penyelenggara kurikulum ICT (Information and Communication Technologies) di lebih dari 300 sekolah swasta...

Menciptakan Anak Indonesia yang Kreatif dan Cerdas Bersama Robolego

Robolego Course and Playground secara resmi membuka playground pertama pada Sabtu, 25 Februari, di Gramedia Store Dr. Cipto Cirebon, Jawa Barat. Siswa-siswi...

SANTIKA INDONESIA RAYAKAN PENCAPAIAN 100 HOTEL

Santika Indonesia Hotels and Resorts sejauh ini telah mengelola 102 unit hotel dengan 5 brand utama
© 1963 - 2017  Kompas Gramedia - All rights reserved.
Website by PandavaMedia