REINVENTING INDONESIA BERBAGI MIMPI DI KELAS INSPIRASI

Serentak di 6 kota besar Indonesia (Jakarta, Surabaya, Pekanbaru, Bandung, Jogja dan Solo), beberapa SD kedatangan “tamu istimewa“. Mereka adalah para profesional yang menjadi “guru sehari“ bagi para siswa di berbagai sekolah tersebut. Bukan untuk menyajikan materi pelajaran by the book, melainkan berbagi inspirasi tentang cita-cita, impian, atau profesi yang sesungguhnya amat beragam.

Aksi mulia untuk pendidikan itu digagas dalam kegiatan sosial yang bernama Kelas Inspirasi, sebuah program yang dipelopori Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar dengan mengajak para profesional dari beragam latar belakang profesi untuk berbagi cerita, pengetahuan dan pengalaman.Cerita dari mereka diharapkan dapat merangsang tumbuh-kembangnya cita-cita tanpa batas pada diri para siswa. “Kegiatan ini bukan semata-mata mengundang para profesional menjadi guru, tapi yang terpenting adalah mendatangkan mimpi ke ruang-ruang kelas,“ kata Anies Baswedan, Ketua Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar.  

Kelas Inspirasi yang diadakan tahun 2013 ini adalah kali kedua setelah sukses diselenggarakan tahun sebelumnya. Dari ribuan profesional yang mendaftar, terpilih 599 orang dalam Kelas Inspirasi II ini. Mereka berasal dari berbagai latar belakang profesi. Tak hanya dokter, pilot dan insinyur - beberapa cita-cita yang amat populer di mata anak-anak. Ada arsitektur, musisi, seniman, dosen, atlet, penulis, wartawan, psikolog, pengusaha, pekerja sosial, model, hakim, geolog, koki, dan beragam profesi lainnya. Salah satu yang tergerak berpartisipasi ialah CEO Kompas Gramedia (KG) Agung Adiprasetyo.  

Sedari pagi di Hari Inspirasi itu, Mas Agung sudah bersiap di SDN Kuningan Timur 01 Pagi, sebuah sekolah yang terletak di ujung gang buntu dan becek, di antara gedung-gedung bertingkat yang menjulang tinggi di kawasan Kuningan, Jaksel. Sebelum mulai mengajar, Mas Agung bersama para sukarelawan lainnya, serta Anies Baswedan yang turut hadir, beramah-tamah dan berbincang seputar pendidikan dengan para guru dan kepala sekolah di sana. Di selasela itu, saat digelar lomba tarik tambang antar siswa di halaman sekolah, Mas Agung terjun mengikutinya. Suasana lomba jadi heboh! Setelah itu, secara bergantian Mas Agung memasuki kelas 2, 4, dan 5 untuk berbagi inspirasi. Di setiap kelas, Mas Agung mengawali dengan mengajak para siswa untuk menggambarkan rute perjalanan dari rumah ke sekolahnya. Ada siswa yang malu-malu, ada pula yang bernyali untuk maju ke depan dan menggambarkan rute di papan tulis.

Dari hasil penggambaran rute oleh para siswa itu, Mas Agung lalu merefleksikan secara luas tentang arti penting penetapan tujuan dan perencanaan langkah-langkah dalam upaya meraih segala impian dan citacita. Beliau lalu menjelaskan tentang profesinya sebagai seorang direktur dengan segenap pekerjaan dan tanggungjawab yang diembannya.  

Kompas Gramedia sebagai sebuah perusahaan besar yang mempunyai keragaman jenis usaha, produk, dan profesi di dalamnya, juga dipaparkan secara menarik. Para siswa antusias memperhatikan dan merespon apa yang disampaikan, terutama saat Mas Agung mengajak mereka untuk bersama-sama menyanyikan lagu-lagu yang menggugah semangat meraih cita-cita. Selain ilmu pengetahuan dan kreativitas, Mas Agung juga memercikkan inspirasi tentang sifat dan sikap yang musti dipelihara dengan baik oleh kita semua. Dalam hal itu, Mas Agung memancing melalui sebuah pertanyaan di kelas, “Siapa di sini yang tidak jujur?“ Kebanyakan para siswa langsung memandang dan menunjuk temannya yang lain. Tak ada yang mengacungkan jari atas nama diri-sendiri.

Sambil tersenyum, Mas Agung lalu menjelaskan tentang pentingnya kejujuran bagi manusia. Sebuah sifat yang pertama-tama musti dilihat dan ditanamkan pada dirisendiri, baru kemudian melihat penerapannya oleh orang lain. Di samping kejujuran, Mas Agung juga menekankan pentingnya sikap berani dan mandiri sebagai kunci kesuksesan di masa depan.  

Setelah rampungnya kegiatan para sukarelawan di dalam kelas, Kelas Inspirasi II dipuncaki dengan acara pelepasan “balon cita-cita“. Dinamakan demikian karena puluhan balon yang berwarnawarni itu ditautkan dengan kertas-kertas kecil yang telah ditulisi cita-cita oleh setiap siswa. Diterbangkannya balon cita-cita tersebut menjadi simbol melangitnya cita-cita para siswa yang musti dikejar sampai terwujud di masa depan. Inspirasi tentang profesi yang telah disampaikan oleh berbagai sukarelawan Kelas Inspirasi ternyata sangat berpengaruh terhadap pengkayaan pengetahuan dan wawasan para siswa. Dapat dilihat dari kertas-kertas kecil itu yang tak hanya memuat cita-cita klasik siswa SD seperti dokter, insinyur, pilot dan presiden saja. Tapi tertulis juga beragam cita-cita lain seperti psikolog, konsultan, pelukis, arsitek, pemain sepakbola, dan sebagainya.

Terlihat pula yang menuliskan cita-cita menjadi direktur. Tampaknya terinspirasi oleh cerita Mas Agung… Terlibatnya “Bapak Direktur KG“ sebagai guru sehari ini melengkapi komitmen KG yang memang mendukung penuh kegiatan Kelas Inspirasi.  Sebagai sebuah perusahaan yang mengemban misi enlightening people, selama ini KG memang senantiasa berusaha memberikan dukungan dan kontribusi terhadap program-program yang bertujuan untuk mencerdaskan bangsa Indonesia. Kelas Inspirasi adalah salah satunya.
Meski hanya sehari, keterlibatan Mas Agung dalam Kelas Inspirasi II ini adalah sebuah kepuasan yang amat disyukurinya. Turut berbuat untuk memajukan pendidikan, sekecil apapun itu, adalah pengabdian terhadap nilai-nilai kemanusiaan. “Value utama KG adalah kemanusiaan. Jadi kegiatan macam ini harus kita optimalkan dengan dukungan dan partisipasi,“ katanya.

Otobursa Tumplek Blek 2017 Tetap Digelar di Senayan

OTOBURSA Tumplek Blek 2017 kembali hadir di Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, selama dua hari, Sabtu-Minggu, 1-2 April 2017.

Kompas Gramedia Raih Penghargaan Lifetime Achievement Award SPS 2017, serta IPMA, IYRA, dan ISPRIMA 2017

Malam Penghargaan Serikat Perusahaan (SPS) 2017 kembali digelar di Millenium Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (3/2/2017).

Dr (HC) Jakob Oetama (Kompas) dan Gusti Rusdi Effendi (Banjarmasin Post) Terima Lifetime Achievement Awards 2017

Dari grup Kompas Gramedia, ada nama Jakob Oetama. Kehadiran Jakob diwakili oleh Budiman Tanurejo. Lalu ada Pimpinan Umum Banjarmasin Pos, Gusti Rusdi ...

"Kampung Koran" Binaan Kompas Gramedia Hadir pada Ultah ICSRS

Kompas Gramedia menggelar sharing session dalam acara syukuran ulang tahun pertama Indonesia CSR Society (ICSRS) di Bentara Budaya

Gramedia: 47 Tahun Menginspirasi

47 tahun sudah Gramedia menjadi bagian dari perkembangan bangsa Indonesia. Gramedia sebagai salah satu perusahaan retail terbesar & tersebar di tanah air,...

Konstruksi Menara 3 UMN Masuk Tahap Tutup Atap

Karena pemanasan global, semua pihak akhirnya dituntut untuk go-green. UMN pun merasa terpanggil untuk berkontribusi.

Sambut 2017, Kompas Gramedia Gelar Syukuran di Gedung Baru

Pada 2017, syukuran Kompas Gramedia bertema "Kreafit" dangan tagline "Spirit untuk Bangkit".

Rutin Gelar Acara Tahunan, Cara Kompas Gramedia Syukuri Hasil yang Telah Dicapai

"Syukuran ini memang kami lakukan tiap tahun, tidak lain tidak bukan untuk memperlihatkan bahwa kita harus selalu bersyukur dengan apa pun yang kita dapat,...

Kompasiana, Bukan Sekadar Ngeblog

PK Ojong. Pada tahun 2017, produk digital yang semula menyandang slogan “Sharing. Connecting“ ini mengusung slogan baru yaitu “Beyond...

"Kompas" Raih Penghargaan Pelopor Jurnalisme Humanisme Kebangsaan

Harian Kompas mendapat penghargaan sebagai media yang memelopori jurnalisme kategori humanisme kebangsaan.
© 1963 - 2017  Kompas Gramedia - All rights reserved.
Website by PandavaMedia