Dana Kemanusiaan Kompas

Menyalurkan Bantuan Pembaca Harian Kompas  

Kepedulian Harian Kompas terhadap manusia dan nilai-nilai kemanusiaan tidak hanya berhenti pada pemberitaan. Kompas juga peduli terhadap penderitaan masyarakat dengan membentuk lembaga nirlaba yang diberi nama Dana Kemanusiaan Kompas (DKK). 

Lembaga filantropi yang kini berbentuk yayasan itu dirintis mulai tahun 1982. DKK menerima bantuan pembaca Harian Kompas dan masyarakat untuk disalurkan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan.  

Sejak awal, DKK mendapat kepercayaan pembaca Kompas dalam menyalurkan bantuan. Menurut catatan pada pekan awal penyaluran bantuan, Kompas 18 Agustus 1982 menerima titipan sumbangan dari pembaca Rp111. 519.287. Jumlah ini terus bertambah sampai sekarang. 

Bantuan Kesehatan

Program bantuan kesehatan dari Dana Kemanusiaan Kompas bertujuan untuk memberikan bantuan pada masyarakat kurang mampu dalam hal peningkatan kesehatan dan pembiayaan kesehatan. Hal ini mencakup program berobat jalan serta rawat inap dan layanan kelahiran. Pelayanan ini difokuskan untuk masyarakat kurang mampu (surat keterangan miskin) untuk melakukan pengobatan.

Selain ditujukan kepada masyarakat langsung, layanan ini juga mencakup bantuan prasarana seperti obat-obatan dan renovasi sarana fisik layanan kesehatan (puskesmas atau rumah sakit). Layanan ini tersebar luas di seluruh Indonesia, dengan tujuan turut membantu masyarakat untuk hidup sehat.

Bantuan Pendidikan

Di bidang pendidikan, selama beberapa tahun terakhir ini Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) juga membantu pengadaan perpustakaan untuk masyarakat, dengan target sejuta perpustakaan. Perpustakaan-perpustakaan yang mendapat bantuan DKK tersebar di Jakarta dan sekitarnya, daerah-daerah lain di Pulau Jawa, dan luar Jawa seperti di Papua. 

Belakangan, DKK juga menjalin kerja sama dengan program CSR berbagai perusahaan dalam penyaluran bantuan. Kerja sama yang pernah dilakukan DKK antara lain dengan Bank Mandiri ketika membangun instalasi air bersih di Flores, juga bekerja sama dengan Lippo Group dalam membangun gedung sebuah Sekolah Dasar Negeri di Bojonegoro, Jawa Timur. 

DKK juga membangun gedung sekolah di daerah Sumatera Barat pascagempa 30 September 2009, yang merupakan dana bantuan dari pembaca Kompas dan masyarakat.
                               

Bakti Sosial

Tim Kompas turun ke lokasi bencana alam untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ketika Gunung Galunggung di Tasikmalaya, Jawa Barat, meletus 5 April 1982 yang memakan banyak korban. Bantuan yang diberikan pertama kali berupa bantuan tanggap darurat, yaitu bantuan segera beberapa saat setelah bencana terjadi. 

Dalam perkembangannya, DKK juga memberikan bantuan rehabilitasi bangunan rumah dan fasilitas umum yang hancur akibat bencana alam seperti gempa bumi, gunung api meletus, tsunami, banjir, kekeringan akibat cuaca ekstrem, serangan badai, dan hantaman meteor. Bahkan, DKK juga memberi bantuan pendidikan dan pengobatan bagi keluarga yang tidak mampu.

Pada tahap tanggap darurat, bantuan yang disalurkan umumnya berupa kebutuhan yang sangat mendesak, seperti bahan pangan, pakaian, dan obat-obatan. Sedang pada tahap rehabilitasi, bantuan yang diberikan antara lain berupa pembangunan rumah secara gratis bagi korban, juga membangun kembali gedung-gedung sekolah dan kampus yang sangat dibutuhkan untuk kelangsungan belajar-mengajar. Lebih jauh lagi, untuk menghidupkan tradisi tari topeng yang hampir punah, DKK juga membangun  sebuah sanggar tari di Indramayu, Jawa Barat. 

© 1963 - 2017  Kompas Gramedia - All rights reserved.
Website by PandavaMedia