Desy Prihastuti, Group of Radio

Desy Prihastuti, Group of Radio

“Senyaman apapun situasi kantor, kalau kita menerima pekerjaan yang tidak sesuai dengan passion yang kita miliki, maka kita tidak akan bisa bertahan lama karena tidak enjoy dengan pekerjaan yang kita lakukan. Kalau kita merasa nyaman, merasa enjoy, masalah apapun yang ada dihadapan kita, pasti dapat teratasi. Dikejar-kejar deadline atau target yang tinggi pun, pasti kita tetap menikmati pekerjaan itu”
Njoman Trijono                                                                               Group of Television

Njoman Trijono Group of Television

“15 tahun bekerja di Kompas Gramedia, yang membuat saya betah dan tidak mau pindah ke lain hati adalah suasana kerja yang sangat kekeluargaan. Hubungan antar karyawan sangat akrab, tidak ada jarak antara atasan dan bawahan, dan gaya kepemimpinan yang seperti antar teman, membuat kita bebas berkreasi. Bekerja di Kompas Gramedia seperti berada di rumah sendiri”
COLLABORATE FOR SUCCESS

COLLABORATE FOR SUCCESS

Bagi kami, tidak ada ide tunggal, yang ada adalah ide kolektif. Kami dipersatukan dalam kerja sama tim yang baik, efisien, dan solid dengan berlandaskan kepercayaan.

Kami saling mendukung dan menguatkan satu sama lain dalam tim kerja demi terlaksananya proses dan tercapainya tujuan bersama.
WIN EACH HEART

WIN EACH HEART

Ada kegembiraan ketika kami dapat menyajikan sesuatu yang inspiratif, memiliki kedalaman makna, ataupun sesuatu yang dapat mengubah hidup seseorang.

Produk dan jasa yang kami sajikan harus meninggalkan kesan dan mendapatkan tempat di hati konsumen. Juga harus mendatangkan manfaat bagi sebanyak-banyaknya kalangan.
Rily Leony Savitri Thela, Corporate Human Resources

Rily Leony Savitri Thela, Corporate Human Resources

“Kompas Gramedia itu, A place to meet great people. Jarang sekali kita dibiarkan bekerja sendiri, kita pasti bekerja as a team atau partnership. Selama bekerja di Kompas Gramedia, saya selalu bekerja bersama orang-orang yang luar biasa. Kita sebagai individu bebas mengeluarkan apa yang kita miliki, tapi secara tim juga kita berkembang sama-sama, saling mendukung satu sama lain. Di luar pekerjaan pun, hubungan kita menyenangkan. Mereka itu selain partner kerja, tapi juga family and friends”
LIVE YOUR PASSION

LIVE YOUR PASSION

Passion membuat nafas kami seperti tanpa jeda. Kami melakukan sesuatu hingga batas kemampuan.

Kami selalu menikmati pekerjaan kami sehingga dapat berkontribusi maksimal pada pekerjaan dan perusahaan.
REINVENT INDONESIA

REINVENT INDONESIA

Bagi kami, Indonesia tidak sekadar wilayah geografis, bukan sekadar komunitas etnis, kelompok politik, manusia yang menjadi warganya ataupun komunitas agama. Indonesia adalah kompleksitas yang harus dipahami secara menyeluruh dan komprehensif.

Kami bahu membahu dengan berbagai komponen bangsa, saling memperkaya, dan mengembangkan karya kami, mengambil bagian untuk menuju Indonesia yang lebih baik.
Christian Victor Andreas, Group of Regional Newspaper

Christian Victor Andreas, Group of Regional Newspaper

“Dalam menjalankan pekerjaan, yang harus kita ingat adalah memberikan yang terbaik bagi client, karena kita merupakan representatif dari Kompas Gramedia. Memberikan waktu dan tenaga extra untuk memuaskan client memang harus dilakukan. Apalagi pekerjaan sebagai AE, jasa dan pelayanan harus selalu menjadi nomer satu” 
Eko Suwartono                                                                                                    Group of Printing

Eko Suwartono Group of Printing

“Uniknya bekerja di KG, berbuat sesuatu bagi Indonesia, seperti bakti sosial sudah mendarah daging di hati karyawan.Melalui kegiatan KG Adventure di Gunung Semeru, kita mengadakan bakti sosial pendidikan.Kita turun langsung untuk menyumbangkan buku-buku bacaan di sana, demi menjalankan misi perusahaan, yaitu mencerdaskan bangsa”
HOMEY WORKPLACE

HOMEY WORKPLACE

Kultur & nilai perusahaan menempatkan karyawan dalam hubungan keluarga besar yang hangat, erat, saling menghargai tanpa memandang suku, agama, ras, dan latar belakang sosial.

Kami merasa sangat nyaman karena keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan sosial berjalan selaras melalui berbagai macam komunitas hobi yang diselenggarakan perusahaan. Sungguh, kami merasa dihargai dan dimanusiakan.

Apakah kamu yang kami cari?

Lebih dari 22.000+ putra putri terbaik Indonesia telah bergabung dalam keluarga besar Kompas Gramedia.

VOLUNTEER DIARY

  • CHINTIA MONICA

    CHINTIA MONICA

    Administrative Assisstant – Corporate HR

    “Mengapa kita tidak memberikan darah kita untuk membantu orang lain?“. Pertanyaan tersebut menggerakkan hati saya untuk berkomitmen membantu orang lain dengan menjadi pendonor darah.
    Donor darah memang sudah menjadi bagian dari diri saya. Sejak di bangku SMP, saya mempunyai keinginan untuk mendonorkan darah. Kala itu, saya berjanji pada diri saya sendiri, nanti ketika usia sudah mencukupi, saya akan secara suka rela mendonorkan darah saya. 

    Pada saat di bangku SMA, saya memenuhi janji saya dengan mulai mendonorkan darah. Sejak saat itu donor darah menjadi kegiatan yang rutin saya lakukan setiap 3 bulan sekali.
    Saya tidak memiliki ketakutan akan jarum suntik sehingga donor darah bukan merupakan hal yang sulit saya lakukan. Nilai yang dapat saya ambil sebagai pendonor adalah selain untuk membuat tubuh lebih sehat dan segar, saya juga senang dapat berkontribusi untuk membantu PMI dalam upaya pemenuhan kebutuhan darah di Indonesia. 

    “Mengapa kita tidak memberikan darah kita untuk membantu orang lain?“. Pertanyaan tersebut menggelitik pikiran saya. Tentu saja hal tersebut merupakan tindakan nyata yang sederhana untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Pertanyaan tersebut menggerakkan hati saya untuk berkomitmen membantu orang lain dengan menjadi pendonor darah.

    Sampai saat ini, saya masih tercatat sebagai pendonor aktif. Di Kompas Gramedia, gerakan donor darah menjadi komitmen perusahaan untuk menjunjung nilai kemanusiaan. Karyawan dilibatkan dalam setiap kegiatan donor darah. Kesamaan nilai inilah yang membuat saya sampai pada saat ini sudah mengikuti kegiatan donor darah di Kompas Gramedia. Setelah beberapa tahun saya bekerja di Kompas Gramedia, nilai caring ini terasa benar-benar tumbuh.
  • Ham Wibowo

    Ham Wibowo

    Internal Communication Supporting

    “Kemewahan yang sesungguhnya bukanlah saat kita memiliki segalanya. Kemewahan sejati adalah saat kita bisa berbagi dan mensyukuri apa yang kita miliki...“
    Kemewahan Sejati dengan Berbagi dan Mensyukuri

    Meskipun baru satu tahun saya bergabung bersama Kompas Gramedia, telah banyak pengalaman yg sayadapatkan, juga pelajaran menarik di tempat saya bekerja, Corporate Communication KG sebagai Internal Communication Supporting. Pekerjaan ini membuat saya bersinggungan dengan berbagai event, mulai dari event para petinggi perusahaan, event seni budaya, event seminar maupun forum karyawan profesional. Mulai dari berkegiatan di hotel mewah hingga berkegiatan bersama masyarakat kecil dalam berbagai kegiatan CSR dan kegiatan sosial lainnya. Pengalaman ini membuka pikiran saya bahwa masih banyak orang yang membutuhkan bantuan, sehingga hal ini menumbuhkan rasa kepedulian sosial diri saya.

    Saya teringat saat hari kelima saya bekerja di KG. Saya mengajukan diri untuk meliput kegiatan CSR ke Pulau Sabira, Kepulauan Seribu. Hari itu, bersama dengan rekan kerja dan wartawan KG, kami berbagi 1000 buku pelajaran dan buku bacaan dan merenovasi TK Sabira. Sebagai pulau yang terletak paling jauh dari gugusan Kepulauan Seribu, terlihat jelas kondisi pendidikan di sana masih membutuhkan perhatian. Kondisi sekolah tidak terawat, anak-anak tidak bersekolah, dan fasilitas untuk belajar belum memadai. Pengalaman itu menggetarkan hati kecil saya dan membuat saya bertekad untuk selalu aktif dalam kegiatan sosial sejak saat itu.

    Rasa bahagia saat bisa berbagi dengan sesama membuat pekerjaan terasa menjadi ringan. Saya sangat merasakannya saat jadi volunteer di kegiatan berbagi sembako murah pada bulan Ramadhan 2014. Meskipun harus ikut mengangkat berpuluh kilo sembako yang akan didistribusikan ke kantor Palmerah, kantor Gadjahmada dan Cakung, saya tidak merasa lelah. Pada saat pembagian sembako, hati saya tersentuh melihat masyarakat yang rela mengantri berdesakan dan berpeluh, demi menukar kupon dengan sembako murah. Apa yang saya lihat membuat saya tersadar bahwa saya harus mensyukuri apa yang telah saya miliki. Sekali-sekali, tak apa saya harus bermandi keringat dan menahan lapar serta haus untuk bekerja membantu sesama.

    Ada satu pelajaran berharga yang saya dapat selama bekerja di KG. Pelajaran tersebut sering kali Bapak Jakob Oetama ucapkan, “Bersyukur, bersyukur, dan bersyukur.“ Dengan rasa syukur yang tiada akhir, saya pun menanamkan satu prinsip dalam diri saya, bahwa “kemewahan yang sesungguhnya bukanlah saat kita memiliki segalanya. Kemewahan sejati adalah saat kita bisa berbagi dan mensyukuri apa yang kita miliki.“

    Saya bahagia dan bangga bisa ikut berkarya di perusahaan ini..



  • Ferdiansyah

    Ferdiansyah

    Penyelaras Bahasa - Kompas TV

    “Semoga cerita yang saya bagikan menjadi bagian dari memori kehidupan mereka bahwa banyak sekali profesi yang bisa mereka pilih. Dan yang paling penting, mereka berani memilihnya.“
    Berbagi Cerita Tumbuhkan Cita-cita

    Cerita ini berawal dari keprihatinan saya melihat rendahnya pengetahuan generasi muda tentang beragam profesi. Saya pun mengalaminya. Sampai saat saya akan lulus SMA, saya hanya tahu beberapa jenis profesi yang terdengar familier, seperti dokter, insinyur, guru, tentara, polisi, dan karyawan bank. Keprihatinan saya berlanjut hingga bertahun-tahun setelah meninggalkan bangku SMA. Ternyata, masih banyak adik angkatan saya yang mengalami ketidaktahuan yang sama mengenai jenis profesi di dunia kerja. Saya pun terdorong untuk terlibat aktif dalam berbagi wawasan tentang profesi.

    Saya bekerja sebagai penyelaras bahasa di KompasTV yang merupakan unit bisnis di bidang pertelevisian Kompas Gramedia. Saat itu, saya mendapatkan informasi bahwa perusahaan mengajak seluruh karyawan yang berminat terlibat dalam program Inspirasi KG. Program ini berupa berbagi cerita profesi karyawan kepada murid-murid di Sekolah Dasar. Selain untuk memberikan wawasan profesi kepada mereka, program ini juga menjadi sarana bagi karyawan untuk menjalin keakraban, kekeluargaan, dan kerja sama dengan seluruh karyawan dalam keluarga besar Kompas Gramedia, tidak hanya KompasTV saja. Saya tertarik dan memutuskan untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

    Berbagi wawasan profesi kepada adik-adik Sekolah Dasar menciptakan sensasi tersendiri. Saya dan tim sudah menyusun rencana serta melakukan persiapan matang. Namun, rencana kami “bubar jalan“ saat kami datang ke SD Negeri Palmerah 03. Respons mereka yang sangat lugu dan tingkah laku mereka yang sangat ajaib membuat saya harus siap melakukan perubahan rencana kapan saja. Semua rencana berubah total saat di dalam kelas. Situasi yang saya hadapi saat itu sangat beragam, salah satunya saya harus melerai murid yang malah asyik berkelahi.

    Rasa lelah baik secara fisik maupun mental tentu saya rasakan. Namun, semuanya luruh saat melihat semangat anak-anak mengikuti kelas saya. Senyum, tawa, dan tingkah laku kekanak-kanakan yang mereka tunjukkan membuat saya terbawa dalam semangat dan gelora mereka. Saya melihat antusiasme mereka yang luar biasa untuk mendengarkan cerita profesi saya sebagai penyelaras bahasa.

    Program Inspirasi KG ini menjadi wujud nyata semangat enlightening people yang memberikan kontribusi bagi pendidikan Indonesia. Melalui usaha sederhana ini, semoga saya bisa turut menyumbangkan andil dalam proses menumbuhkan cita-cita mereka. Semoga cerita yang saya bagikan menjadi bagian dari memori dalam kehidupan mereka bahwa banyak sekali profesi yang bisa mereka pilih. Dan yang paling penting, mereka berani memilihnya.
  • Cecilia Gandes PW

    Cecilia Gandes PW

    Copywriter Harian Kompas

    “Bukan saya yang menginspirasi melainkan mereka yang lebih banyak menginspirasi. Kami pun saling berbagi, saling menginspirasi.“
    Anak-anak, Sang Guru Inspiratif

    “Siapa yang suka nonton Ganteng-ganteng Serigala?“
    “Sayaaaaaa…!“
    “Nah, kalau lagi nonton, paling kesel kalau lagi ada apa? Lagi seru banget, eh tiba-tiba kepotong…“
    “Iklaaan…!“
    “Nah, kakak ini yang suka bikin kalian kesel. Kakak bekerja sebagai penulis iklan. Tapi, penulis iklan di media cetak. Seperti apa ya itu? Nanti kita bakal cerita-cerita ya…“

    Semoga bukan awal yang buruk saat apel pagi bersama adik-adik SDN 05 Pagi Grogol Utara. Sebuah inisiatif spontan saat harus memberi kata pengantar sembari mengenalkan nama. Ganteng-ganteng Serigala terlontar, padahal relasinya masih sangat jauh. Mau bagaimana lagi. Saya bingung setiap kali diajak sharing profesi. Menjelaskan tugas penulis iklan dalam ranah media cetak kepada orang dewasa saja membutuhkan waktu, apalagi kepada anak-anak. Pertemuan dengan mereka barangkali tidak akan pernah terjadi jika saya tidak mendaftar menjadi relawan pengajar dalam Inspirasi KG pada 21 Agustus 2014.

    Inspirasi KG merupakan program Kompas Gramedia (KG) yang terinspirasi dari Kelas Inspirasi milik Indonesia Mengajar, melaksanakan gerakan profesional turun ke sekolah-sekolah dasar selama sehari. Seluruh karyawan KG diajak untuk berbagi cerita, pengalaman kerja, serta memotivasi adik-adik demi meraih cita-cita. Program ini menjadi wujud nyata bahwa nilai “berkontribusi bagi Indonesia“ ditanamkan dalam diri karyawan KG. Saya pun memutuskan untuk bergabung dengan relawan yang berasal dari unit bisnis Kompas Gramedia lainnya.

    Berbagi. Inilah kata kunci yang saya pegang mulai dari persiapan hingga pada hari-H. Kata kunci ini pula yang menjadi obat penenang setiap kali merasa takut dan tidak percaya diri saat berhadapan dengan anak-anak. Meski pernah mengisi sesi sharing bersama adik-adik sekolah dalam kegiatan lain, rasa deg-deg-an selalu ada. Namun saya percaya bahwa berbagi dengan jujur dan tulus akan menjadikan segalanya lebih menyenangkan.

    Hanya ada alat-alat peraga sederhana yang dibawa, tetapi adik-adik tetap mengapresiasinya dengan tulus. Mereka antusias berebut lembaran-lembaran sticky notes merah muda bergambar emoticon senyum dan berlomba-lomba saat diajak berkelompok membuat iklan pisang dengan kumpulan gambar yang disediakan. Senyum semringah hadir ketika Mahkota Kebaikan yang kami buat dari karton diberikan kepada salah satu dari mereka. Tanpa disadari, mereka justru mengapresiasi hal-hal yang bisa saja dianggap sederhana oleh orang dewasa kebanyakan. Sungguh menyenangkan.

    Saya semakin belajar dan sadar. Bukan saya yang menginspirasi, melainkan mereka yang lebih banyak menginspirasi. Kami pun saling berbagi, saling menginspirasi. Ungkapan “bahagia itu sederhana“ jadi benar-benar nyata.

    Semoga Inspirasi KG bisa terus menjadi program Kompas Gramedia. Melanggengkan ujaran Bapak Jakob Oetama, "Pohon yang kita tanam berbuah, mekar, berkembang; sehingga menjadi berkat yang bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang". Ya, hidup bukan hanya tentang diri sendiri.
  • Yuliana Ariyani

    Yuliana Ariyani

    Marketing Communications BOLA

    Bangga rasanya bisa meluangkan waktu dan tenaga bukan sekadar menjalankan hobi, melainkan juga ada semangat melestarikan kebudayaan bangsa di dalamnya. Semua itu sangat bisa saya jalani di Kompas Gramedia.
    Budaya humanisme yang sangat mendarah daging di KG membuat saya merasa beruntung bisa bergabung dengan Kompas Gramedia, selain karena kebesaran bisnisnya. Saya semakin betah karena bisa merasakan “Indonesia Mini“ dengan segala fasilitas dan komunitas yang dibangun di internal karyawan KG, salah satunya Paguyuban Tari Tradisional Karyawan KG. 

    Tari tradisional? Kenapa tidak? Menjadi generasi muda bukan berarti harus selalu mengikuti arus gaya hidup modern yang serba digital dan terkadang menjadikan manusia seperti “robot“. Mungkin prinsip itulah yang selalu mengantarkan saya melangkahkan kaki dengan semangat setiap hari Senin pukul 18.00-19.30 WIB ke Bentara Budaya Jakarta yang masih berada di kawasan perkantoran Kompas Gramedia. Yang namanya hobi tentu sering kita lakukan tanpa memandang tempat maupun mengenal capek. Berlatih rutin dua jam setiap minggu masih saja terasa kurang. Menari membuat saya bebas berkreasi dan bahagia, terutama sejenak melepas penat dari pekerjaan dan rutinitas.

    Bagi saya, bahagia itu ketika menjadi generasi muda yang menaruh kepedulian untuk terus melestarikan budaya tradisional bangsa Indonesia. Coba bayangkan, ada begitu banyak tarian Nusantara yang menjadi ciri khas budaya Indonesia. Kalau bukan kita yang melestarikannya, lalu siapa lagi?

    Bangga rasanya bisa meluangkan waktu dan tenaga bukan sekadar menjalankan hobi, melainkan juga ada semangat melestarikan kebudayaan bangsa di dalamnya. Semua itu sangat bisa saya jalani sambil bekerja di Kompas Gramedia.
© 1963 - 2017  Kompas Gramedia - All rights reserved.
Website by PandavaMedia