Sampah yang dihasilkan setiap hari kerap berakhir di tempat pembuangan tanpa banyak dipikirkan. Padahal, kebiasaan sederhana seperti memilah sampah dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Kesadaran inilah yang terus ditumbuhkan melalui Program Bank Sampah Kampung Kreasi, sebuah inisiatif lingkungan Kompas Gramedia (KG) yang telah berjalan sejak 2017. Berawal dari aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui focus group discussion, program ini berkembang menjadi ruang kolaborasi antara KG dan masyarakat dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Saat ini, program tersebut melibatkan total 30 kader dan lebih dari 150 nasabah di tiga wilayah binaan KG, yaitu RW 02 Gelora, RW 06 Grogol Utara, dan RW 14 Grogol Utara. Melalui keterlibatan mereka, kebiasaan memilah dan mengelola sampah terus didorong agar menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
GM Bentara Budaya & Communication Management Kompas Gramedia Ilham Khoiri, menyampaikan bahwa keberlangsungan program ini tidak terlepas dari peran komunitas masyarakat yang secara sukarela terlibat dalam pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
“Beruntunglah kita karena ada komunitas masyarakat yang bersedia mengelola sampah secara mandiri. Dalam hal ini, Kompas Gramedia bekerja sama dengan aparat kelurahan, RT, RW, dan tokoh masyarakat untuk mengaktifkan tiga bank sampah di RW 02 Gelora, RW 06 Grogol Utara, dan RW 14 Grogol Utara. Bank sampah ini menerima sampah plastik yang kemudian disalurkan kepada vendor untuk didaur ulang,” ujar Ilham.
Ilham menyebutkan bahwa sampah yang terkumpul sejak Januari 2026 dari ketiga bank sampah tersebut telah mencapai lebih dari 4,8 ton.
“Melalui apresiasi ini, kami ingin memberikan penghargaan kepada para kader yang telah mengelola bank sampah dan menjadi bagian dari upaya mengurangi timbunan sampah yang membebani lingkungan. Kami berharap apresiasi ini dapat menumbuhkan semangat untuk terus bekerja sama dalam mengelola sampah, mengatasi permasalahan di sekitar kita, dan membangun lingkungan yang lebih sehat,” tambah Ilham.
Mengapresiasi Langkah Kecil yang Membawa Dampak
Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menjaga keberlangsungan program bank sampah. Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi tersebut, Kompas Gramedia menggelar Apresiasi Program Bank Sampah Kampung Kreasi 2026 untuk para kader dan nasabah, pada Kamis (29/10/2026), di Bentara Budaya Jakarta.
Lurah Grogol Utara Syopwani, turut menyampaikan apresiasi kepada Kompas Gramedia dan para kader yang telah berkontribusi dalam menggerakkan pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kompas Gramedia dan seluruh kader. Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dengan adanya bank sampah, plastik bisa menjadi uang. Dari sedikit, lama-lama menjadi bukit. Kita bisa memulai dari hal-hal terkecil untuk menuju sesuatu yang lebih besar,” ujar Syopwani.
Melihat Sampah dari Perspektif yang Berbeda
Dalam rangkaian kegiatan apresiasi tahun ini, peserta juga diajak melihat potensi material bekas untuk diolah menjadi karya yang memiliki nilai dan makna baru melalui Pameran Recycle Art "Merengkuh Luka Peradaban”, karya seniman Intan Dewi Sukmawangi yang memanfaatkan material daur ulang dan sampah sebagai bahan berkarya.
Pendekatan ini memperluas pemahaman mengenai pengelolaan sampah, sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui berbagai cara, salah satunya seni.
Melalui Program Bank Sampah Kampung Kreasi, KG terus mendukung kolaborasi dengan masyarakat dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan, dan semangat ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak orang.
